Tradisi mudik atau pulang sebentar menjelang hari raya idul fitri menjadi waktu yang sangat dinantikan untuk berkumpul bersama keluarga besar di kampung halaman. Dengan tingkat mobilisasi masyarakat yang cukup tinggi tersebut dikhawatirkan akan berpotensi terjadinya peningkatan penyakit menular, dan kasus lainnya seperti kecelakaan dan kasus akut penyakit lain.
Tampilkan postingan dengan label Wilker Bandara SIM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wilker Bandara SIM. Tampilkan semua postingan
Jumat, April 28, 2023
KKP Banda Aceh
Berita, mudik, situasi khusus, Wilker Bandara SIM, Wilker Meulaboh, Wilker Ulee Lheu
Berikut ini perbandingan pengawasan orang dalam rangka penyelenggaraan kesehatan situasi khusus arus mudik - arus balik yang dilakukan oleh KKP Banda Aceh di tahun 2022 dan tahun 2023.
Tahun 2023 terjadi sedikit peningkatan sebanyak 2.590 orang dari tahun 2022, paling dominan dilewati para pemudik di lingkungan kerja KKP Banda Aceh adalah wilayah kerja Pelabuhan Ulee Lheue sebanyak 35.644 orang dan wilayah kerja Bandara Sultan Iskandar Muda sebanyak 24.535 orang. Jenis penyakit berdasarkan kunjungan pos kesehatan KKP Banda Aceh juga sedikit meningkat dari tahun sebelumnya, yang didominasi oleh penyakit Hipertensi.
Dalam mengantisispasi kelancaran arus mudik ini KKP Banda Aceh juga telah menyiapkan petugas kesehatan di seluruh wilayah kerjanya guna mendukung kenyamanan dan keselamatan penumpang melalui pemeriksaan kesehatan di pos kesehatan dan pemeriksaan alat angkut.
Dari data dan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan terhadap alat angkut, orang dan barang selama periode mudik 2023 tidak ditemukan adanya faktor risiko penularan penyakit yang dapat menimbulkan penyakit karantina maupun potensial Wabah/KKM.
Terima kasih kepada seluruh petugas dan instansi terkait lainnya yang telah bekerja keras dalam mudik hari raya Idul Fitri tahun 2023, tetap semangat, Salam Sehat.
Kamis, Januari 07, 2016
KKP Banda Aceh
Pengendalian Lingkungan, Seksi PRL dan UKLW, Wilker Bandara SIM
![]() |
| Kata Sambutan Dari Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Banda Aceh |
Rokok adalah silinder dari kertas
berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm
(bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi
daun-daun tembakau
yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan
membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya. Bahan dasar rokok adalah tembakau. Tembakau terdiri dari berbagai
bahan kimia yang dapat membuat seseorang ketagiahan, walaupun sebenarnya mereka
tidak ingain mencobanya lagi.
Kebiasaan merokok sedikitnya menyebabkan 30 jenis penyakit pada
manusia. Penyakit yang timbul akan tergantung dari kadar zat berbahaya
yang terkandung, kurun waktu kebiasaan merokok, dan cara menghisap rokok.
Semakin muda seseorang mulai merokok, makin besar resiko orang tersebut
mendapat penyakit saat tua.
Dalam satu batang rokok mengandung sekitar 7.000 zat kimia, 200 jenis
diantaranya bersifat karsinogenik, yaitu zat yang merusak gen dalam tubuh
sehingga memicu terjadinya kanker, seperti kanker paru, emfisema, dan bronkitis
kronik. Atau juga kanker lain, seperti kanker nasofarings, mulut, esofagus,
pankreas, ginjal, kandung kemih, dan rahim. Aterosklerosis atau pangerasan
pembuluh darah bisa menyebabkan penyakit jantung, hipertensi, risiko stroke,
menopause dini, osteoporosis, kemandulan, dan impotensi.
![]() |
| Pemateri Sosialisasi dr.Nungki Najfaris Alami |
Kegiatan
Sosialisasi Upaya Berhenti Merokok di Wilayah Kerja Bandara SIM diselenggarakan
di Aula Noris Hotel Lambaro Aceh Besar pada tanggal 30 April 2015. Kegiatan ini bertujuan Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Bandara
SIM dan sekitarnya tentang Bahaya Merokok terhadap Kesehatan. Kegiatan ini juga bertujuan Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan Lintas
Sektor/Program terkait bahaya rokok terhadap kesehatan sertaKoordinasi Implementasi
Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di tempat-tempat umum khususnya di Bandara SIM dan
sekitarnya. Kemudian untuk menjalin kerjasama yang baik lintas sektor, stakeholder
maupun instansi terkait, dalam menyatukan visi dan misi untuk menentukan sistem
yang tepat dalam Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di tempat-tempat umum
di sekitar Bandara SIM.
![]() |
| Session Diskusi |
Peserta
yang hadir berasal dari Pegawai Kantor KKP Kelas III
Banda Aceh, Pegawai Kantor Camat, Koramil, Polsek, Puskesmas, PT. Angkasa Pura
II, Lanud, BMKG, Airnav Bandara SIM, Karantina Pertanian, Kepala Sekolah/guru
dan Ketua OSIS dari SMA Bina Bangsa dan SMP N 1 Blang Bintang, Para Geuchik dan
masyarakat di sekitar Wilayah kerja Bandara SIM.
Penyajian
materi tentang sosialisasi Upaya Berhenti Merokok, dimulai dengan penyampaian
materi “Bahaya Rokok Terhadap Kesehatan” yang disampaikan oleh dr. Nungki
Najfaris Alami.
Kamis, Januari 07, 2016
KKP Banda Aceh
Pengendalian Lingkungan, Wilker Bandara SIM
Pelayanan Vaksinasi
Internasiaonal adalah upaya untuk memberikan kekebalan kepada orang terhadap
suatu penyakit karantina / potensial wabah tertentu, yang akan melakukan
perjalanan ke negara /daerah endemis atau negara yang mensyaratkan vaksinasi
tertentu. Kegiatan ini dilakukan di
Wilker Bandara SIM, wilker Pelabuhan Laut Meulaboh, dan Pelabuhan Laut
Tapaktuan adapun hasilnya dapat dilihat pada grafik berikut ini :
Grafik tersebut memperlihatkan bahwa total pemberian vaksinasi meningitis selama tahun 2014 mencapai 2.963 vial, vaksinasi
yellow fever 29 vial. Pelayanan vaksinasi meningitis terbanyak
terdapat di wilker Bandara SIM sebanyak 2.578 vial, di Wilker Meulaboh
sebanyak 239 vial, di wilker Tapaktuan sebanyak 135 vial, dan di wilker malahayati sebanyak 11
vial. Sedangkan untuk pelayanan vaksinasi Yellow Fever terbanyak terdapat di
wilker Malahayati sebanyak 20 vial, di wilker Bandara SIM sebanyak 6 vial, dan
di wilker Ulee Lheue sebanyak 3 vial.
Kamis, Januari 07, 2016
KKP Banda Aceh
Seksi PRL dan UKLW, Wilker Bandara SIM
Upaya pemberantasan dan
pengendalian nyamuk mencakup kegiatan :
1)
Pemakaian
Insektisida
Pemakaian
insektisida terjadi peningkatan, pada tahun 2012 berjumlah 21,2 liter, tahun
2013 berjumlah 23,5 liter dan tahun 2014 berjumlah 70 liter. terjadi
peningkatan pemakaian insektisida sebesar 5%. Jenis insektisida yang
digunakan digunakan sesuai dengan
sasaran nyamuk yang akan disemprot.
2) Pemakaian Larvasida
Penggunaan
larvasida terjadi penurunan, jika pada tahun 2012 penggunaan larvasida sebanyak
27,7 kilogram, namun pada tahun 2013 pengguna larvasida hanya 0,5 kilogram, dan
meningkat pada tahun 2014 menjadi 11.9 kilogram.
3)
Tindakan
Fogging
Fogging
dilakukan baik didalam bangunan maupun diluar bangunan serta sekitar rumah atau
bangunan. Sasaran fogging adalah tempat-tempat hinggap/istirahat nyamuk-nyamuk Aedes sp dan nyamuk lainnya. Insektisida
yang digunakan adalah ialah suspensi atau emulsi antara solar dengan diklovos
250 EC dengan perbandingan 375 ml liter diclovos : 10 liter solar per hektar,
jika penyemprotan dilakukan satu siklus.
Langganan:
Postingan (Atom)














