Banda Aceh — Upaya penguatan perlindungan kesehatan di pintu masuk negara terus dilakukan melalui kegiatan promotif dan preventif. Salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan skrining deteksi dini penyakit menular dan penyakit tidak menular yang diselenggarakan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banda Aceh di wilayah kerja Pelabuhan Laut Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, pada 16 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lobi keberangkatan pelabuhan tersebut merupakan bagian dari strategi cegah tangkal penyakit di pintu masuk negara, sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kondisi kesehatan.
Skrining kesehatan ini menyasar berbagai kelompok berisiko yang memiliki mobilitas tinggi di area pelabuhan, meliputi pelaku perjalanan, petugas pelabuhan, anak buah kapal (ABK), serta tenaga kerja bongkar muat.
Dengan target awal sebanyak 50 peserta, kegiatan ini berhasil melampaui sasaran dengan total capaian 58 orang yang mengikuti pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh layanan cek kesehatan gratis yang mencakup pemeriksaan dasar tanda-tanda vital dan skrining laboratorium sederhana.
Adapun Pemeriksaan yang dilakukan meliputi:
1. Pemeriksaan Fisik Dasar
- Pengukuran tekanan darah
- Pemeriksaan saturasi oksigen (SpO₂)
- Pengukuran suhu tubuh
- Pengukuran Berat dan Tinggi Badan
- Indeks Massa Tubuh
2. Pemeriksaan Darah
- Kadar glukosa darah
- Kolesterol total
- Asam urat
- Hemoglobin
3. Skrining Penyakit Menular
- Skrining tuberkulosis (TB) melalui Survey penilaian gejala dan faktor risiko
- Deteksi dini HIV dan Siphylis menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT)
Kegiatan skrining kesehatan di pelabuhan memiliki peran strategis dalam sistem kekarantinaan kesehatan. Selain mendeteksi dini penyakit tidak menular yang sering tidak bergejala, kegiatan ini juga penting untuk mengidentifikasi potensi penyakit menular yang berisiko menyebar melalui mobilitas pelaku perjalanan.
Pendekatan promotif dan preventif seperti ini dinilai efektif dalam:
- Menurunkan risiko penularan penyakit lintas wilayah
- Meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat pelabuhan
Pelaksanaan kegiatan ini mencerminkan komitmen berkelanjutan dalam memperkuat sistem deteksi dini dan pengendalian penyakit di wilayah kerja pelabuhan. Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan pekerja pelabuhan, diharapkan upaya cegah tangkal penyakit dapat berjalan lebih optimal serta mendukung keamanan kesehatan nasional.
Kegiatan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari penguatan surveilans kesehatan di pintu masuk negara.


.jpeg)